Workflow yang dapat diandalkan
Decode melalui node Normal Map
Hubungkan Image Texture Non-Color ke node Normal Map, lalu ke input Normal shader.
Gunakan UV yang dipakai saat bake
Image Texture harus memakai Non-Color sebelum melewati node Normal Map; koneksi Color langsung ke input Normal tidak mendecode vektor tangent-space.
Atur strength pada node, bukan RGB
Pilih UV yang sama dengan aset, atur Tangent Space, lalu gunakan Strength node dan cahaya bergerak untuk memeriksa arah serta seam.
Susun jalur node Blender secara eksplisit
Ekspor normal map untuk Blender sebagai PNG tangent-space. Pada Image Texture, pilih Non-Color agar komponen tidak diperlakukan sebagai warna display. Hubungkan Color ke node Normal Map, gunakan Tangent Space untuk tekstur UV biasa, lalu sambungkan output Normal ke input Normal shader. Pilih UV map yang sesuai. Menghubungkan RGB langsung ke socket shader melewati decode yang diperlukan dan bukan setup normal map untuk Blender yang benar.
Periksa orientasi, strength, dan geometry
Atur intensity memakai Strength pada node Normal Map, bukan dengan menaikkan contrast RGB. Putar cahaya dan amati alur yang arah tingginya diketahui. Jika relief vertikal terbalik, konversi green channel satu kali dan beri nama jelas pada normal map untuk Blender; jangan menumpuk flip tanpa catatan. Seam yang tersisa dapat berasal dari UV, mirrored tangent, geometry normal, atau bake. Uji mesh serta render engine akhir sebelum membuat ulang normal map untuk Blender.